30 Pesan untuk diri kamu sendiri

 

Pesan untuk diri kamu sendiri 

Kalau kamu benar-benar berhenti sebentar dan membaca ini seperti sedang berbicara dengan diri kamu sendiri di masa lalu, mungkin ada banyak hal yang ingin kamu katakan. Banyak hal yang dulu kamu pendam, banyak hal yang dulu kamu tidak mengerti, dan banyak hal yang sekarang baru kamu sadari setelah melewati perjalanan panjang—baik itu perjalanan yang terlihat orang lain, maupun yang hanya kamu sendiri yang tahu rasanya.

Untuk diriku sendiri, yang pernah bingung tanpa arah, yang pernah merasa tidak cukup, dan yang pernah terlalu keras pada diri sendiri: aku ingin kamu tahu satu hal sederhana dulu—kamu sudah bertahan sejauh ini, dan itu bukan hal kecil.

Kamu mungkin tidak selalu bangga dengan pilihan yang kamu buat di masa lalu. Ada keputusan yang kalau bisa diulang, kamu ingin memperbaikinya. Ada kata-kata yang pernah kamu ucapkan dan sekarang kamu sesali. Ada juga kesempatan yang kamu lewatkan karena takut, ragu, atau merasa belum siap. Tapi coba lihat lagi dengan lebih jujur: semua itu bukan bukti kamu gagal, tapi bukti kamu sedang belajar menjadi manusia yang lebih sadar.

Kamu dulu sering membandingkan dirimu dengan orang lain. Kamu melihat orang lain seperti selalu lebih cepat, lebih sukses, lebih tenang, lebih “jadi”. Sementara kamu merasa masih di tempat yang sama, seperti tidak bergerak ke mana-mana. Tapi kamu tidak pernah benar-benar melihat betapa banyak hal yang sebenarnya sudah kamu lewati. Kamu tidak melihat bagaimana kamu bertahan di hari-hari yang bahkan kamu sendiri tidak yakin bisa melewatinya. Kamu tidak menghitung berapa kali kamu bangkit diam-diam tanpa ada yang tepuk tangan.

Dan itu penting untuk kamu ingat sekarang: tidak semua pertumbuhan itu terlihat.

Ada pertumbuhan yang sunyi. Ada perubahan yang tidak bisa difoto. Ada kematangan yang tidak bisa diukur dengan pencapaian. Kadang kamu tumbuh justru ketika kamu sedang merasa paling lemah. Kadang kamu belajar paling banyak justru ketika kamu tidak tahu harus berbuat apa.

Untuk diriku sendiri, kamu harus berhenti menganggap dirimu selalu tertinggal. Hidup bukan lomba dengan garis akhir yang sama untuk semua orang. Kamu berjalan di jalur yang berbeda, dengan beban yang berbeda, dengan waktu yang berbeda. Dan itu tidak membuatmu kurang.

Kamu juga perlu belajar lebih lembut pada dirimu sendiri. Kamu terlalu sering berbicara kasar pada diri sendiri di dalam kepala. Kamu terlalu cepat menyalahkan diri sendiri ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Padahal kalau itu terjadi pada orang lain yang kamu sayangi, kamu mungkin tidak akan sekeras itu. Kamu akan lebih mengerti, lebih sabar, lebih memberi ruang.

Kenapa perlakuan itu tidak kamu berikan juga pada dirimu sendiri?

Aku ingin kamu mulai mengubah cara kamu berbicara dengan dirimu sendiri. Tidak perlu langsung sempurna. Cukup mulai dengan berhenti menjadi musuh bagi diri sendiri. Kamu tidak harus selalu kuat. Kamu tidak harus selalu produktif. Kamu tidak harus selalu tahu jawabannya.

Ada hari-hari di mana kamu hanya perlu bertahan, dan itu sudah cukup.

Kamu juga harus ingat bahwa rasa takut itu tidak selalu berarti kamu harus berhenti. Selama ini kamu terlalu sering membiarkan rasa takut mengendalikan keputusanmu. Kamu menunda banyak hal karena merasa belum siap. Kamu menghindari banyak hal karena takut gagal. Tapi lihat sekarang—semua hal yang pernah kamu takuti, ternyata tidak selalu seburuk itu ketika benar-benar terjadi.

Bahkan kegagalan yang kamu hindari itu, sebenarnya sering menjadi guru yang paling jujur.

Jadi untuk diriku sendiri: mulai sekarang, jangan biarkan rasa takut menjadi alasan untuk tidak mencoba. Kamu tidak perlu menunggu siap sepenuhnya, karena kesiapan sering datang setelah kamu mulai, bukan sebelum kamu mulai.

Aku juga ingin kamu mengingat hal ini: kamu tidak harus menyenangkan semua orang. Kamu pernah terlalu sibuk memikirkan pendapat orang lain sampai kamu lupa mendengarkan dirimu sendiri. Kamu mencoba menjadi versi yang disukai semua orang, sampai kamu kehilangan sedikit demi sedikit siapa dirimu yang asli.

Itu melelahkan, dan kamu tidak perlu hidup seperti itu lagi.

Akan selalu ada orang yang tidak mengerti kamu, tidak setuju dengan kamu, atau bahkan tidak menyukai kamu tanpa alasan yang jelas. Dan itu tidak apa-apa. Tugasmu bukan membuat semua orang setuju, tapi menjadi jujur pada dirimu sendiri.

Kalau kamu bertanya apa yang sebenarnya kamu butuhkan sekarang, mungkin jawabannya sederhana: kamu butuh lebih banyak kepercayaan pada dirimu sendiri. Kamu sudah terlalu lama meragukan kemampuanmu sendiri, padahal kamu sudah melewati banyak hal yang dulu kamu kira tidak mungkin kamu lewati.

Ingat versi dirimu yang dulu. Versi yang takut menghadapi banyak hal, yang sering merasa tidak cukup, yang sering diam karena tidak yakin. Lihat bagaimana kamu sudah berubah sampai titik ini. Tidak sempurna, tapi jauh lebih kuat dari yang kamu sadari.

Dan kalau hari ini kamu masih merasa belum sampai di tempat yang kamu inginkan, itu bukan berarti kamu gagal. Itu hanya berarti kamu masih dalam perjalanan.

Untuk diriku sendiri di masa sekarang: kamu boleh lelah, tapi jangan menyerah. Kamu boleh lambat, tapi jangan berhenti. Kamu boleh tidak tahu semua jawabannya, tapi jangan berhenti mencari.

Suatu hari nanti, kamu akan melihat kembali semua ini dan menyadari bahwa masa-masa yang paling membingungkan ternyata adalah masa-masa yang paling membentuk kamu.

Dan mungkin kamu akan tersenyum, bukan karena semuanya mudah, tapi karena kamu berhasil melewatinya.

Jadi ini pesan terakhir untuk diriku sendiri:

Tetaplah berjalan.
Tetaplah jujur.
Tetaplah lembut pada dirimu sendiri.

Dan jangan lupa, kamu sudah sejauh ini—dan itu berarti kamu mampu melangkah lebih jauh lagi. 

Post a Comment for "30 Pesan untuk diri kamu sendiri "